Rabu 2 Juni 2021, mediasi yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 01 tahun 2016 bertempat di ruang mediasi pengadilan agama sintang untuk kesekian kalinya berhasil memediasi para pihak yang sedang berperkara, kali ini dalam perkara  gugatan Hak asuh anak atau yang sering disebut Hadlanah, ;

Dalam proses ini Hakim Mediator Pengadilan Agama Sintang, berhasil mengupayakan perdamaian melalui kesepakatan yang disepakati oleh para Pihak,  kesepakatan yang tercapai tersebut tidak luput dari upaya memberikan nasehat dan pandangan terkait bagaimana pentingnya menjaga hak anak, Psikologis anak dan masa depan anak pasca perceraian, pada intinya Hakim Mediator  menasihati bagaimana orang tua tidak memperlihatkan perselisihan yang terjadi di depan anak meskipun ayah dan ibunya telah bercerai,  hal tersebut semata-mata untuk menjaga dan melindungi stabilitas dan psikologis anak itu sendiri;

Proses mediasi sendiri dilaksankan hingga 3 (tiga) kali pertemuan agar benar-benar dicapai kata sepakat diantara para pihak dan tidak lagi menimbulkan permasalahan dikemudian hari, selanjutnya kesepakatan yang dibuat oleh para pihak  tersebut dilaporkan kepada Hakim pemeriksa perkara.

Dengan penuh harapan semoga kesepakatan yang telah dibuat oleh para pihak telah memenuhi rasa keadilan bagi para pihak yang mencari keadilan. (RM)